VKTR dan PT Jasa Sarana Tandatangani MoU, Bus Listrik Siap Beroperasi di Bandung Raya

cakrawalaRafflesia – PT VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR), anak perusahaan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dan PT Jasa Sarana, BUMD milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada hari ini, Jumat (17/6/2022) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU).

Dikutip dari siaran pers Bakrie & Brothers sebagaimana diterima cakrawalaRafflesia, kolaborasi dua pihak adalah menjajaki peluang bisnis repowering. Yaitu konversi mesin bensin angkot menjadi kendaraan listrik untuk transportasi publik di Bandung Raya.

Selain itu, menghadirkan bus listrik untuk Bandung Raya menjadi bagian dari upaya VKTR merintis terciptanya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Petugas berjalan di dekat Bus Listrik TransJakarta buatan BYD di Plaza Monas, Jakarta, Selasa (8/3/2022). [Antara/Aprillio Akbar]
Bus Listrik TransJakarta buatan BYD di Plaza Monas, Jakarta, Selasa (8/3/2022). [Antara/Aprillio Akbar]

Penandatanganan MoU VKTR dan PT Jasa Sarana dilakukan Direktur Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas, Gilarsi W. Setijono dan Direktur Utama PT Jasa Sarana, Hanif Mantiq, di Jakarta.

Baca Juga:
Yuk, Pelesiran Bermotor Sambangi Mural dan Lokasi Nostalgia Seniman Legendaris Benyamin Sueb saat Ultah Jakarta

Gilarsi mengatakan, penandatanganan MoU dilakukan untuk mendukung rencana kerja sama VKTR dan PT Jasa Sarana dalam melaksanakan program elektrifikasi bus dan kendaraan lainnya sebagai sarana transportasi publik.

Bus listrik ini rencananya akan beroperasi di wilayah Bandung Raya, yang mencakup Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan sebagian Kabupaten Sumedang.

“Kerja sama ini nantinya termasuk penyelenggaraan studi kelayakan, pengumpulan data, pengadaan sarana bus listrik, dan infrastruktur kelistrikan yang terkait dengan elektrifikasi bus, dan potensi lainnya yang dapat disinergikan dan dikerjasamakan,” jelas Gilarsi W. Setijono.

Populasi lalu lintas di Bandung Raya mengalami peningkatan cukup signifikan sehingga mengakibatkan kemacetan dan emisi karbon yang tinggi. Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui PT Jasa Sarana, berinisiatif untuk mengembangkan Bus Rapid Transit (BRT) di wilayah Bandung Raya.

Baca Juga :  Ada 1.036 Personel Polda Metro Jaya Amankan Konvoi Malam Takbiran, Masuk Kawasan Protokol Akan Dihalau

Menurut Gilarsi W Setijono, BRT ini akan dioperasikan melalui 12 rute dengan jumlah armada bus lebih dari 260 unit. Sebagaian besar di antaranya adalah bus listrik ukuran sedang (medium).

Sedangkan Direktur Utama PT Jasa Sarana, Hanif Mantiq menyatakan sejak pihaknya ditunjuk Gubernur Jawa Barat untuk melaksanakan proyek BRT, studi dan peluang kerja sama dilakukan dengan banyak pihak. Baik di dalam negeri maupun di luar negeri, untuk mewujudkan BRT Bandung Raya.

Baca Juga:
Tempuh Jarak 796 Km, PT VKTR Sukses Membawa Bus Listrik dari Jakarta ke Surabaya via Tol Trans Jawa

“Elektrifikasi transportasi BRT di wilayah Bandung Raya diharapkan dapat menurunkan emisi karbon secara signifikan, dan menciptakan daya tarik tersendiri bagi masyarakat, untuk kemudian beralih dari transportasi kendaraan pribadi ke moda transportasi umum,” paparnya.

Dan tentunya, kerja sama itu menjadi peluang kolaborasi yang sarat potensi positif, guna menunjang ketercapaian sasaran Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Kabupaten atau Kota, sehingga pelestarian lingkungan terjaga optimal.

Selain program BRT Bandung Raya, VKTR bekerja sama dengan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) dan PT Mayasari Bakti meluncurkan armada 30 unit bus listrik VKTR-BYD sebagai bagian dari armada Transjakarta.

Tinggalkan komentar